Beranda / Berita / Detail Berita Era Baru Dakwah Digital: Pelatihan AI untuk Pengurus Masjid Mulai Digalakkan 07 April 2026 Berita Dibaca: 17x DEPOK – Menghadapi tantangan zaman yang semakin serba digital, sejumlah masjid di Indonesia kini mulai mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satu langkah konkretnya terlihat di Masjid Al Hikmah, di mana para pengurus masjid (marbot dan remaja masjid) diberikan pelatihan khusus mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan syiar Islam. Pelatihan ini bertujuan agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah fisik, tetapi juga mampu hadir secara kreatif di ruang digital yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Pemanfaatan AI di Lingkungan MasjidDalam pelatihan tersebut, para pengurus diajarkan beberapa keterampilan praktis berbasis AI, antara lain: Pembuatan Konten Dakwah: Menggunakan alat bantu AI untuk menyusun naskah ceramah singkat, membuat desain poster kajian yang estetik, hingga menyunting video dakwah dengan cepat.Manajemen Administrasi: Pemanfaatan sistem otomatis berbasis AI untuk mengelola inventaris masjid, jadwal imam, hingga laporan keuangan zakat dan sedekah agar lebih transparan dan akurat.Layanan Tanya Jawab (Chatbot): Pengembangan asisten virtual yang dapat menjawab pertanyaan dasar jemaah mengenai jadwal salat, kegiatan masjid, hingga konsultasi agama ringan selama 24 jam. Transformasi Syiar yang Lebih RelevanKetua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat menyatakan bahwa langkah ini diambil agar pesan-pesan kebaikan dapat tersampaikan dengan visual yang lebih menarik dan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh anak muda. "Kita tidak boleh tertinggal. Jika dunia berubah, cara kita berdakwah pun harus beradaptasi. AI adalah alat yang sangat membantu agar pengurus masjid bisa bekerja lebih efisien dan pesan dakwah menjangkau audiens yang lebih luas," ujarnya. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ribuan masjid lainnya di Indonesia untuk mulai "melek teknologi" dan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai syariat. Bagikan: Facebook WhatsApp